Tuesday, April 24, 2012

Mengatasi Selip dan Hydroplaning Saat Cuaca Hujan

Minneapolis-Toyota-Dealers
Kehilangan kendali atas mobil anda di atas jalanan yang bisa menjadi pengalaman yang sangat menakutkan. Selip atau tergelincir di jalan basah sudah cukup menakutkan, terlebih lagi ditambah dengan Hydroplaning, rasanya bagai mimpi buruk.
Hydroplaning adalah kondisi yang terjadi bilamana air di hadapan ban mobil anda terbentuk lebih cepat dari berat kendaraan Anda. Tekanan air menyebabkan ban (dan mobil secara keseluruhan) tergelincir di  lapisan tipis air antara ban dan jalanan. Mobil akan terasa mengambang, karena genangan air masuk melalui sela-sela alur ban dan mengangkat mobil.
Beberapa tips dibawah ini dapat mencegah dan mengurangi dampak bahaya dari Skidding dan hydroplaning.
  1. Cegah Selip (Skidding) dengan melaju perlahan dan lebih waspada, terutama ketika melaui tikungan. Putar kemudi dan injak rem dengan perlahan. Saat ingin berhenti atau melambat, jangan melakukan hard braking (rem mendadak / menjejak rem dengan kencang), karena akan menyebabkan roda terkunci dan berresiko selip. Pertahankan untuk memberikan tekanan lembut pada pedal rem.
  2. Jika Anda merasakan mobil Anda Selip, tetap kalem, angkat kaki anda dari pedal gas, arahkan dengan hati-hati  bagian depan kendaraan ke arah yang anda inginkan. (posisi aman). Untuk mobil yang tidak memiliki ‘ABS’—anti-lock braking system, hindari menginjak pedal rem. Tetap waspada hingga bagian belakang mobil anda mengarah sejajar dengan bagian depan. Untuk mobil ber-ABS, Anda dapat menginjak rem dengan perlahan sambil mengurangin efek tergelincir atau selip ini.
  3. Hindari hydroplaning dengan menjaga  atau mengatur tekanan ban mobil anda dengan benar. Kurangi sedikit (antara 2-3Psi) tekanan ban saat jalan basah / cuaca hujan, agar ban lebih menapak pada aspal. Perhatikan pula kembang atau alur ban dalam kondisi yang baik. Jangan tunda untuk segera mengganti ban yang sudah aus atau menipis. Melambat lah saat menjumpai jalan yang benar-benar basah, serta hindarilah lumpur yang mungkin tercecer. Dapat pula Anda mengikuti jejak ban yang ditinggalkan mobil di depan Anda. Ini memudahkan anda melalui jalur yang lebih bersih.
  4. Jika anda merasakan mobil anda terangkat karena efek hydroplaning, jangan mengerem mendadak. Hal tersebut dapat menyebabkan mobil anda terlempar dan tergelincir. Angkat kaki dari pedal gas hingga mobil melambat dan anda dapat merasakan mobil telah menapak pada permukaan aspal. Jika ingin berhenti atau harus menginjak rem, lakukan perlahan dengan sedikit pumping (‘mengkocok’) rem. Namun jika mobil anda telah dilengkapi ABS, cukup injak rem dengan normal, makan system akan bekerja ‘mengkocok’ lebih efektif dari kaki manusia.
  5. Pengemudi yang difensif mampu menjaga dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan yang basah. Cukup dengan tidak melaju kencang adalah cara efektif menghindari kondisi bahaya dari Skidding dan Hydroplaning.
  6. Budaya Safetybelt
  7. Pengemudi Remaja Memakai Safetybelt, Sayangnya Penumpang Remaja Tidak Sadar untuk Memakainya.
  8. Mayoritas pengemudi remaja sudah sadar memakai seat belts saat  berkendara. Namun data baru yang mengejutkan menunjukkan sejauh ini penumpang remaja kurang berkesadaran memakai sabuk keamanan.
  9. Penemuan tersebut dinyatakan  “American Journal of Preventive Medicine” dalam riset-nya di bulan September 2008. Penelitian tersebut menunjukan terdapat ketimpangan yang signifikan pada pendidikan publik dalam upaya mengurangi kematian remaja berkendara. Disaat banyak Negara bagian (di Amerika Serikat) meningkkatkan hokum pembatasan terhadap pengemudi remaja, perhatian kepada penumpang remaja yang tidak mengemudi cenderung kurang mendapat perhatian.
  10. Di Amerika Serikat kecelakaan kendaraan bermotor ditengarai sebgai penyebab utama kematian pada usia remaja. Jumlahnya mencapai hampir 5.000 jiwa melayang dan lebih dari 400.000 korban luka per-tahun, biasanya mereka berusia 16 tahun atau lebih tua. Angka kecelakaan pada remaja tersebut 4 kali lipat lebih tinggi daripada kecelakaan pada orang dewasa.
  11. Penelitian juga menunjukkan sesungguhnya tak hanya pengemudi remaja yang berada dalam ancaman – 40 persen kecelakaan kendaraan bermotor pada remaja melibatkan penumpang (selain pengemudi). Peneliti dari Meharry Medical College di Nashville menganalisa data dari survey National Youth Risk Behavior (tahun 2001-2003) menunjukan kecenderungan perilaku pada sekitar 12.731 remaja berusia 16 tahun keatas (baik kulit hitam, putih maupun Hispanic). Penelitian itu menunjukan bahwa 59 persen pelajar selalu menggunakan Seatbelt saat mengemudi, namun hanya 42 persen dari mereka selalu menggunakan seatbelt saat menjadi penumpang. Hanya satu dari tiga pelajar menyatakan dirinya selalu memakai seat belt, baik saat mengemudi atau saat menjadi penumpang.
  12. Penelitian tersebut juga memetakan perbedaan gender, ras dan tingkat sekolah para remaja. Namun dari keseluruhan kategori menunjukan para penumpang selalu lebih rendah (antara 10-21 persen) kesadarannya dalam memakai seat belt.
  13. Diantara remaja perempuan 67 persennya menggunakan seat belt saaat mengemudi, namun angkanya turun cukup jauh menjadi hanya 46 persen yang menggunakan seat belt saat menjadi penumpang. Remaja laki-laki yang memakai seat belt saat mengemudi mencakup 52 persen, sedangkan saat menjadi penumpang hanya 38 persennya yang memakai seat belt.
  14. Dari segi rasial, remaja keturunan kulit hitam memiliki kesadaran bersabuk keselamatan hanya 37 persen. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan keturunan kulit putih dan hispanik yang sadar untuk menggunakan seat belt sebanyak 42 persen.
  15. Dari sisi kognitif (kepandaian), data menunjukkan juga bahwa remaja yang ‘berpredikat nilai’, A dan B di sekolahnya lebih sadar menggunakan sabuk keselamatan dibandingkan dengan pelajar yang hanya mendapat C atau dibawahnya. Namun tetap saja terdapat perbedaan cukup jauh dalam perbandingan antara pengemudi dan penumpang. 70 persen pelajar ‘grade A’ menggunakan seat belt saat mengemudi, namun hanya 50 persen dari mereka menggunakan seat belt saat menjadi penumpang.
  16. Jadi saatnya kita membangun kesadaaran dalam pentingnya penggunaan Seat belt atau Safety belt (sabuk keselamatan) saat berkendara. Baik saat menjadi pengemudi maupun saat  hanya menjadi penumpang.
  17. Berbagai penelitian telah menunjukan dampak positif dari penggunaan seat belt. Dimana penumpang dan pengemudi dapat terhindar dari cedera fatal maupun kematian jika menggunakan Seat belt. Sebaliknya penumpang yang tidak menggunakan seat belt cederung mendapatkan cedera serius saat terjadi kecelakaan. Tidak sedikit penumpang atau pengemudi yang tidak menggunakan seat belt dapat membahayakan penumpang lain karena adanya ‘efek ping-pong’ saaat terjadi tabrakan hebat. Karena tanpa safetybelt tubuh kita dapat membentur atau mendorong penumpang lain saat terjadi guncangan, dan hal itulah yang menyebabkan cedera semakin parah. (sumber : nasmoco.co.id)
info ter-update mobil toyota surabaya tetap di caritoyota dan harga toyota surabaya ter-update di menu price list

Wednesday, April 18, 2012

Apakah Fungsi Karpet Mobil Anda?


Karpet mobil atau Floor Mat Fabric mempunyai fungsi yang sangat berguna dan dapat menutupi lantai kabin mobil dari kotoran, debu, dan cairan dari ruangan mobil anda. Penggunaan karpet mobil dapat menjaga kerapian dan kebersihan bagian dalam mobil anda.

Karpet Mobil Toyota Fortuner | Dealer Resmi Toyota Surabaya

Karpet mobil menghadirkan nuansa mewah pada lantai mobil anda, tampak pada gambar di atas adalah karpet mobil Toyota Fortuner. Karpet mobil yang berasal dari bawaan pabriknya mempunyai kelebihan yaitu warna sesuai dengan interior dan dilengkapi dengan klip pengaman di bagian pengemudi sehingga terhindar dari slip.
Ketika anda mengemudi mobil dalam kondisi musim hujan, sepatu anda terkena lumpur maka hal ini dapat mengakibatkan lantai menjadi kotor. Jika hal ini dibiarkan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, maka lumpur mungkin akan menjadi keras sehingga akan sulit untuk dibersihkan. Begitu juga bila sepatu yang basah kuyup di dalam air hujan. Karpet mobil akan menyerap air dan setelah beberapa hari menyebabkan suatu bercak yang besar, hal ini juga mungkin mengakibatkan aroma yang menyengat.
Selain menyebabkan bercak pada lantai mobil, noda tersebut dapat mengakibatkan kaca mobil menjadi berkabut akibat kondisi yang lembab dan terjadi penguapan sehingga dapat mengganggu jarak pandang pengemudi terganggu. Disinilah fungsi karpet mobil karena dapat menyerap air dari sepatu maupun tetesan air ac yang bocor sehingga lantai mobil dapat terhindar dari noda tersebut.
Karpet mobil yang basah dapat dikeluarkan untuk dibersihkan dan dikeringkan, begitu juga jika lantai mobil yang sudah terlalu banyak debu atau kotoran, hal ini dapat dengan mudah untuk dibersihkan. Karpet mobil sangat mudah dibeli di toko-toko penjual aksesoris mobil dengan berbagai macam bentuknya sehingga dapat memberikan tampilan yang mewah untuk interior mobil Anda.

Wednesday, April 11, 2012

Tips Kunci Ketinggalan di Dalam Mobil !!

1543056963_e1f5d2518c_z
Baik pengemudi mobil yang sudah sarat pengalaman maupun pengemudi yang baru bisa mengendarai mobil, pasti pernah mengalami hal yang satu ini. Ya, kunci Anda tertinggal di dalam mobil dan sialnya, mobil Anda sudah terkunci secara otomatis.
Nah, kalau sudah seperti ini seringkali Anda tak tahu apa yang harus dilakukan. Faktor terburu-buru atau lupa, biasanya menjadi penyebab utama tertinggalnya kunci mobil di dalam. Biasanya, dealer tempat Anda membeli mobil menyediakan kunci cadangan untuk kasus seperti ini. Tapi, kebanyakan orang cukup malas untuk mengambilnya ke rumah, apalagi jika jarak rumah cukup jauh dari lokasi mobil Anda saat itu.
Tak perlu risau, berikut kami sediakan beberapa tips untuk menanggulangi hal-hal semacam ini. Semoga tips ini cukup bermanfaat ketika Anda mengalami hal serupa.
  • Salah satu cara yang paling jelas ketika kunci Anda ketinggalan di dalam mobil adalah dengan membawa kunci cadangan baik dalam dompet atau dalam tas. Tapi kebanyakan pengguna mobil menyimpan kunci cadangan itu di dalam rumah atau tempat lainnya yang dirasa aman. Pasalnya dompet maupun tas riskan hilang, entah bisa karena lupa menyimpan, atau bahkan hilang karena kecurian.
  • Anda juga bisa menyembunyikan kunci cadangan pada bagian tertentu pada eksterior mobil Anda. Baik dealer mobil maupun toko aksesoris saat ini banyak menyediakan kunci magnetik yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan kunci cadangan tersebut. Kreatiflah untuk menyembunyikan kunci tersebut dimana orang lain tak memperkirakan bahwa Anda akan menaruhnya di tempat itu.
  • Jika mobil Anda memiliki fitur self-locking doors (kunci otomatis), ada baiknya Anda membiasakan diri untuk mengunci mobil dengan cara menekan kunci pintu dari dalam mobil dan kemudian tutup pintu itu lalu secara otomatis mobil akan terkunci dengan sendirinya. Tapi ingat, cabut kunci mobil setelah Anda mematikan mesin sebelum Anda melakukan cara penguncian seperti ini.
  • Jika Anda memiliki balita di dalam mobil, jangan pernah melangkah keluar dan menutup pintu dengan kunci kontak. Ketika anak balita Anda menyentuh beberapa bagian interior mobil, bisa jadi ia secara tidak sengaja mengunci pintu mobil dari dalam. Selalu bawa kunci mobil ketika Anda keluar mobil, atau jangan kunci sama sekali ketika Anda memiliki balita di dalam mobil.
  • Cara lain ketika Anda terkunci di luar mobil adalah dengan cara menelepon polisi setempat untuk meminta bantuan. Atau bisa juga Anda menelepon jasa otomotif (bengkel) terdekat untuk membantu Anda menyelesaikan masalah tersebut. (sumber : nasmoco.co.id)

Monday, April 9, 2012

Cara Mengenali Karakter Mobil Anda Ketika Butuh Perawatan


Anda pasti ingin memiliki mobil yang baik atau tanpa masalah. Hal ini anda harus memperlakukan mobil anda dengan penuh tanggung jawab agar mobil dapat tampil prima. Anda perlu mempelajari bagaimana cara mengenali karakter mobil anda ketika membutuhkan perawatan, berikut ada beberapa cara buat anda dalam mengenali karakter mobil anda :

New Corolla Altis Karakter Mobil Sedan Berkelas | Toyota Surabaya


Buku Panduan Mobil
Pada saat anda membeli mobil baru pasti disertakan dengan buku panduan mobil dan buku servis. Banyak para pemilik mobil yang tidak begitu peduli terhadap buku panduan mobil. Buku panduan mobil dapat membantu anda untuk mengetahui jadwal pemeliharaan (Tune Up) dan beberapa informasi penting lainnya yang menjelaskan karakter mobil anda.
Bila anda kurang mengetahui secara detail pada buku panduan tersebut, maka anda dapat melakukan konsultasi ke dealer resmi mobil seperti dealer resmi Toyota Surabaya sehingga dapat memberikan saran tentang karakter mobil anda, jadwal pemeliharaan dan perawatan terhadap mobil anda. 
Busi
Mobil bermesin bensin menggunakan pengapian plug/busi untuk proses pembakaran mesin. Anda harus bisa mengenali karakter busi mobil anda, sehingga anda dapat mempertimbangkan kapan mengganti busi atau diperiksa oleh mekanik bengkel mobil kepercayaan anda. 
Lampu Indikator
Anda dapat melakukan komunikasi dengan mobil anda dengan melalui lampu indikator. Lampu indikator terdapat beraneka lambang yang ada di dasbor dan panel instrumen, pengemudi mendapat informasi penting seputar kondisi mobil. Misalnya lambang penakar oli menyala berarti tekanan oli mesin Anda rendah, segera cek ketinggian oli melalui dipstick dan tambahkan bila perlu.
Lampu indikator sangat penting sehingga diletakkan di dasbor agar dapat secara langsung diterima dengan baik oleh pengemudi. Anda harus membiasakan diri untuk selalu memperhatikan lampu indikator di dasbor anda pada saat menghidupkan mobil anda. 
Kondisi Mesin
Perubahan karakter mobil yang anda rasakan seperti tarikan lamban pada mobil anda, maka anda harus segera melakukan perawatan untuk mobil anda. Anda juga harus memperhatikan adanya suara-suara yang tidak normal pada mobil anda, dengan demikian anda dapat mengenali karakter mobil anda.
Anda dapat melakukan secara rutin untuk melakukan perawatan mobil anda dengan bengkel-bengkel resmi seperti bengkel resmi Toyota Surabaya. Hal ini apabila anda masih belum begitu memahami karakter mobil.

Tuesday, April 3, 2012

10 Tips Merawat AC Mobil

 


Air Conditioner (AC) pada kendaraan Anda saat ini tampaknya menjadi bagian penting demi terciptanya kenyamanan saat berkendara.  
Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta/Surabaya, AC layaknya kebutuhan primer yang mesti dimiliki setiap mobil. Sekali saja ngadat atau AC tidak terasa dingin, rasanya walaupun sudah membuka jendela mobil dan mengkipas-kipas tubuh dengan bermacam-macam benda belum juga dapat mengurangi udara panas yang masuk ke dalam mobil.


Gangguan pada AC biasanya disebabkan kurangnya perawatan. Tips berikut dapat membantu Anda melakukan perawatan AC sendiri sebelum kerusakannya semakin parah dan harus segera dibawa ke ahli service AC mobil :
  1. Jagalah kebersihan kabin dari debu dan kotoran. Yang perlu paling diperhatikan adalah 2 lembar karpet di depan karena akan tersedot ke dalam evaporator (lembab) sehingga akan menimbulkan jamur yang buruk buat kesehatan penumpang. Bila hal ini dibiarkan, karpet tersebut akan menimbulkan bau yang kurang enak ketika AC pertama kali dihidupkan.
  2. Upayakan selalu membuka kap mesin mobil Anda ketika mencuci mobil dan semprotkan air yang kencang pada bagian Condensor AC (biasanya terletak di depan radiator). Kotoran yang menempel pada Condensor jika dibiarkan akan mengakibatkan korosi atau keropos sehingga menyebabkan kebocoran.
  3. Usahakan selalu memilih tempat parkir yang teduh jika Anda hendak parkir dalam waktu yang cukup lama di suatu area yang panas. Udara panas yang masuk ke dalam mobil akan membuat beban pendinginan yang dilakukan AC menjadi lebih berat.
  4. Periksalah kipas di depan Condensor apakah hidup ketika AC dihidupkan. Jika tidak, segeralah ganti untuk menghindari kerusakan pada Compressor.
  5. Jangan merokok di dalam mobil karena asapnya bisa mengotori Evaporator, sedangkan nikotinnya akan melengket dan berlendir serta menimbulkan bau kurang sedap dan susah hilang.
  6. Jangan memaksimalkan beban AC saat Anda menggunakan mobil dalam kecepatan yang tinggi. Upayakan menurunkan temperaturnya ketika Anda melakukan itu.
  7. Biasakan sebelum menghidupkan mesin, ingatlah untuk selalu mematikan AC terlebih dahulu. Sesudah mesin stabil baru hidupkan AC. Begitu sebaliknya, ketika hendak mematikan mesin, matikan AC terlebih dahulu sebelum mematikan mesin.
  8. Hindari pemakaian pengharum mobil yang mutunya buruk dan upayakan untuk tidak memilih pengharum yang dipasangkan dengan cara dicolok ke grill, sebab sering terjadi patah.
  9. Jika ada gejala yang tidak biasa seperti AC kurang dingin sebaiknya segera ke bengkel spesialis AC mobil agar tidak terlanjur rusak dan menyebabkan Anda mengeluarkan biaya yang cukup besar.
  10. Lakukan perawatan rutin AC, setidaknya setahun sekali untuk memastikan kinerja AC mobil Anda berada pada level yang optimal (sumber : nasmoco.co.id).
suggest listing